Sabtu, 19 Mei 2012

Bangkitkan Karakter Bangsa dengan Pendidikan



Penulis : Zakaria Ramadhan (Kadept.Humas)
Hari Kebangkitan Nasional bukan hal yang baru didengar telinga kita. Tiap tanggal 20 Mei, Indonesia merayakan Harkitnas sebagai hari bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Itu merupakan hal yang terjadi sekitar 1 abad yang lalu. Tetapi, sekarang ini apakah kita sudah benar-benar bangkit ?
Kenyataan hari ini adalah, kehidupan dan nasib rakyat Indonesia semakin terpuruk. Kemiskinan di mana-mana, koruptor yang merajalela, biaya pendidikan yang mahal, dan masih banyak masalah lain yang sampai saat ini belum dapat kita selesaikan. Kekaburan visi dan kelemahan karakter bangsa menjadi beban nasional yang berat karena terakumulasi dengan berbagai persoalan internal bangsa. Beban nasional semakin berat dengan adanya faktor eksternal seperti kepentingan asing dan dampak krisis global dari berbagai aspek kehidupan   
 “Maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari pendidikannya”. Banyak lahirnya sosok-sosok pemimpin dari proses pendidikan. Bangsa yang hebat adalah bangsa yang SDMnya pun juga hebat. SDM yang hebat dilahirkah dari proses pendidikan yang hebat. Peranan SDM ternyata mencapai 80 % dari kemajuan bangsa, sisanya 20 % dimainkan oleh faktor SDA (penelitian bank dunia).
Di tataran pernyataan, pendidikan Indonesia sudah memiliki tujuan yang sangat bagus. Seperti yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 3 yang tujuannya adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlaq mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.  Tetapi kenyataan yang terjadi di lapangan banyak kekacauan di seluruh sendi pelaksanaanya. Pendidikan Indonesia memang masih banyak perlu pembenahan. Lihat dunia pendidikan kita, pada jenjang pendidikan dari SMA ke perguruan tinggi (PT) ada 59 persen siswa SMA tidak melanjutkan studi ke PT (republika, 2010). Komnas perlindungan anak pun meliris pada tahun 2007, sekitar 11.7 juta anak putus sekolah. Anggaran dana yang yang telah dialokasian oleh pemerintah sekitar 20%, tetapi banyak penyelewengan dana yang dijadiakan sasaran empuk oleh para koruptor. Selain itu masih banyak rakyat di pedalaman yang belum merasakan pendidikan dengan sarana dan prasaran sebagaiman mestinya.    
Ini seharusnya menjadi catatan penting bagi pemerintah. Pendidikan yang dilaksanakan sampai saat belum memenuhi tujuan bangsa Indonesai dalam bidang pendidikan.  Pendidikan di Indonesia sudah kehilangan tujuannya sebagai pendidikan yang menghasilkan bangsa yang berkarakter. Maka sebabnya banyak para pejabat di pemerintahan yang mempunyai kecerdasan tinggi tetapi tidak diimbangi dengan moral yang tinggi pula. Oleh karena itu, banyak menyebabkan tindakan tercela, salah satunya korupsi.
Karakter berfungsi sebagai kekuatan mental dan etik yang mendorong suatu bangsa untuk merealisasikan cita-cita kebangsaan dan menampilan keunggulan maupun daya saing dengan negara-negara lain. Di antara nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia yaitu spritualitas, solidaritas, kedisiplinan, dan  kemadirian. Dari sinilah, dengan pendidikan maka akan mewujudkan suatu bangsa yang berkarakter.
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan memiliki SDA yang melimpah yang menjadikan bangsa ini memiliki peluang untuk bangkit dan bersaing dengan negara lainnya. Jadi, Hari Kebangkitan Nasional jangan hanya dijadikan sebagai rutinitas belaka. Memang bukan perkara mudah untuk mewujudkan kebangkitan nasioanal yang lebih baik. Ini seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia demi mewujudkan bangsa yang berkarakter. Dimulai dari pendidikan yang berkarakterlah semua masalah Indonesia tahap demi tahap akan terselesaikan.  Kita sebagai mahasiswa,  seharusnya mempersiapkan diri untuk menjadi penerus bangsa. Tidak hanya ilmu yang tinggi yang kita kembangkan, tetapi diimbangi dengan moral dan kecerdasan nurani yang tinggi. Walluhualam bishowab .  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Selamat Datang di Website Resmi KAMMI KOMISARIAT MIPA UNIVERSITAS DIPONEGORO